Web Desa Resmi Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jawa Timur

Watu Gandul

Kawasan geo heritage dengan hamparan batu intrusit. Ada peluang investasi dan keasikan di dalamnya.

Dari Kraton Surakarta

Kehormatan bagi Desa Sambongrejo, karena telah mendapat pengakuan sebagai pelestari budaya dari Kraton Surakarta Hadiningrat.

Diundang Kraton Surakarta

Sambongrejo - Sebuah kabar yang menggembirakan sekaligus sedikit membuat harus berpikir. Undangan dan pemberitahuan bahwa Desa Sambongrejo menjadi undangan untuk rangkaian seremoni Sekaten di Kraton Surakarta pada 12 Desember 2016 ini.

Khas Dari Sambongrejo, Sambel Sambong dan Pelas Sukun

Sambongrejo - Di wilayah Desa Sambongrejo, ada beberapa menu kuliner yang cukup khas dan jarang ditemukan di tempat lain. Yang pertama adalah menu kuliner yang masih berupa hidangan rumahan, kami menyebutnya dengan nama sambel sambong, yang dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa menu ini adalah olahan sambal.

Karya Pemuda Sambong, Kripik Pisang Gandul

Sambongrejo - Sejak dua hari yang lalu, kreatifitas pemuda Sambongrejo mulai beredar di sejumlah tempat. Kripik Pisang Gandul, demikianlah merk hasil kreatifitas pemuda desa setempat itu, dikemas dalam bungkus plastik, kripik pisang produk baru itu sudah dapat dijumpai di warung-warung.

Jumat, 10 Maret 2017

BUMDes Kerto Raharjo Terbentuk

Sambongrejo - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sambongrejo, Kecamatan Gondang secara resmi telah terbentuk dengan ditandatanganinya SK BUMDes. Nantinya, BUMDes yang diberi nama Kerto Raharjo inilah yang bakal mengelola berbagai potensi desa sebagai salah satu sumber PADesa.

"Sebagai awal, mungkin kami akan melakukan penguatan di bidang simpan pinjam," ujar Jamaludin Yusuf, selaku Direktur dari BUMDes Kerto Raharjo.

Dalam SK yang diterbitkan oleh Kepala Desa Sambongrejo, terdapat tiga unit usaha yang bakal menjadi motor kegiatannya. Selain unit simpan Pinjam, dua unit usaha lainnya adalah di bidang percetakan dan peternakan.

"Nanti yang lainya dapat juga dimasukkan ke dalam unit usaha," jelasnya. (esp)

Share:

Sabtu, 28 Januari 2017

Akses ke Watu Gandul Segera Dibangun


Sambongrejo - Setelah hampir setahun merintis kawasan wisata di Watu Gandul, akhirnya pada tahun 2017 ini Pemdes Sambongrejo merencanakan pembangunan akses jalan menuju lokasi. "Panjangnya 800 meter, rencana akan kita buka selebar 2 meter," kata Eko Prasetiyono, Kepala Desa Sambongrejo.

Menurutnya, karena wisata tersebut belum masuk dalam RPJMDes, maka pembangunannya tak bisa menggunakan dana APBDes. "Alhamdulillah sudah ada titik terang. Ada mitra dan pemodal yang sudah menyatakan sanggup mengerjakan, termasuk masalah pembiayaannya. Jadi tak menggunakan dana APBDes," jelasnya.

Saat ini masih dirancang mekanisme kerjasamanya, yang jelas tetap akan mengacu pada Perjanjian Kerjasama dari pihak Perhutani. Diantaranya adalah tetap menjaga kelestarian hutan yang ada, termasuk sumber mata air yang selama ini dinilai vital bagi pertanian di desa setempat.

Diharapkan, pengerjaan akses jalan tersebut mulai dapat dikerjakan setelah tanaman jagung di jalur yang akan dilalui dipanen. "Sekitar bulan Maret lah. Kalau jalannya terbuka, semoga kunjungan meningkat, termasuk menjadi obyek yang dilirik oleh investor," tambahnya. (esp)
Share:

Kamis, 12 Januari 2017

Humas Pokdarwis Jadi Narsum Radio

Bojonegoro - Mendapat kehormatan sebagai narasumber talkshow di radio pemerintah merupakan sebuah peluang, untuk lebih mengenalkan Desa Sambongrejo ke publik terutama warga perkotaan yang tentunya juga para pengambil kebijakan. Pagi itu, tepatnya Hari Selasa, Tanggal 10 Januari 2017, Eko Prasetiyono, Kepala Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang berangkat menemui Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro di Radio Malowopati FM, ditemani oleh Paryono, Humas dari Pokdarwis Rejo Lestari.

Sekitar pukul 6 pagi berangkat dan satu jam kemudian telah tiba di lokasi. "Saya belum sarapan dan belum juga ngopi," kata Paryono.

Tak lama, teman-teman budayawan juga ada di lokasi, karena jadwal siarannya sebentar lagi, mau tak mau Paryono harus menunda keinginannya untuk sarapan dan ngopi. "Nanti temanya adalah Bojonegoro Selatan," kata Ramon Pareno, salah satu dari Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro.

Untungnya, jadwal siaran ditunda hingga 90 menit, itu memberikan kesempatan untuk sarapan, ternyata semua belum sarapan. Akhirnya tibalah saat siaran, Paryono yang baru tiba dari Kalimantan sempat kaget saat didapuk menjadi salah satu narasumber dalam segmen Dialog Pagi tersebut.

Secara umum Paryono dan narasumber lainnya sedikit banyak menggunakan moment tersebut untuk mempromosikan potensi di Desa Sambongrejo. Selain Watu Gandul, disinggung juga mengenai keberadaan Srikandi Sukun dengan Kripik Pisang Gandulnya, ayam bakar gandul, rintisan Agrowisata di Watu Gandul, serta tak lupa potensi di desa lain yang ada di Kecamatan Gondang dan sekitarnya. (esp)
Share:

Selasa, 03 Januari 2017

Pertengahan 2017, Panen Jambu Merah di Agro Gandul

Sambongrejo - Sebanyak 150 batang pohon jambu merah telah ditanam di kawasan Watu Gandul, hal itu merupakan wujud nyata upaya Pemerintah Desa bersama LMDH setempat dalam mewujudkan kawasan yang direkomendasikan oleh pakar geologi sebagai Geo Heritage sebagai salah satu destinasi wisata. Menurut Eko Prasetyono, Kepala Desa Sambongrejo, tanaman jambu merah tersebut dilokalisir di bagian utara Watu Gandul.

"Pengelolaannya oleh petani LMDH yang memang selama ini memanfaatkan lahan tersebut," ujarnya. Sebenarnya ada 300 batang bibit jambu merah yang siap tanam.

Dengan telah ditanamnya pohon jambu merah tersebut, diharapkan bakal menunjang daya tarik kawasan tersebut. "Selain itu juga menambah nilai petani, itu oleh yang lainnya juga bisa ditangkap peluangnya. Yakni saat panen, dengan menjadi agen pemasaran atau pengolahan hasil panennya," tambahnya.

Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada, maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang cukup fantastis. Pada penanaman 150 pohon tersebut, setelah 2-3 bulan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen.

Saat telah melewati masa awal tanam, maka jambu biji merah akan dapat dipanen tiap hari, yakni 1kg per pohonnya. Harga borongan untuk hasil panen yang baik dapat mencapai Rp 5.000 per kg nya dan di pasar langsung dapat mencapai Rp 8.000 per kg nya. Artinya, kedepan kawasan tersebut dapat melakukan transaksi senilai Rp 750ribu per hari, belum bila penjualannya menggunakan konsep wisata. (esp)
Share:

Senin, 26 Desember 2016

Sepakat Hijaukan Hutan

Bojonegoro - Pada pertengahan bulan Desember 2016 ini, Pemerintah Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro menjadi bagian dari upaya pelestarian hutan. Yakni bersama Perum Perhutani KPH Bojonegoro untuk kerjasama penanaman pohon produktif di kawasan hutan.

Total lahan yang bakal dihijaukan kembali adalah sekitar 430 hektar. Gambaran konsepnya adalah bahwa seluruh biaya yang timbul telah disiapkan dan praktiknya bakal melibatkan warga setempat. Melalui KPH Bojonegoro, dalam kurun waktu 5 tahun akan diberikan bibit tanaman produktif, pelatihan dan pendampingan, serta penanamannya.

Untuk 5 tahun betikutnya, barulah pada masa panennya dengan sistem bagi hasil untuk semua pihak yang terlibat di dalamnya. Kepala Desa Sambongrejo, Eko Prasetyono, mendukung penuh program tersebut, selain untuk kelestarian alam, program tersebut dinilai bakal membawa dampak ekonomi untuk warganya. (esp)
Share:

Selasa, 20 Desember 2016

Karya Pemuda Sambongrejo, Kripik Pisang Gandul

Sambongrejo - Sejak dua hari yang lalu, kreatifitas pemuda Sambongrejo mulai beredar di sejumlah tempat. Kripik Pisang Gandul, demikianlah merk hasil kreatifitas pemuda desa setempat itu, dikemas dalam bungkus plastik, kripik pisang produk baru itu sudah dapat dijumpai di warung-warung.

"Baru dua hari, buatan anak-anak desa ini," kata pemilik Warung Watu Gandul yang ada di utara balai desa itu. Kemasannya berisi kripik yang cukup tebal dengan harga Rp 1.000 per bungkusnya.

"Katanya ini hasil berguru ke Srikandi Sukun," tambahnya. Srikandi Sukun memang dikenal sebagai kelompok pemberdayaan yang cukup eksis dalam hal produksi camilan berbahan dasar pisang tersebut. Keberhasilan dan transformasi yang dilakukan itu kini dapat mulai dirasakan, terbukti bahwa pemuda desa setempat makin percaya diri untuk berkarya dan memasarkan produknya.

Yang unik, aroma promosi potensi wisata juga tampak kental disisipkan. Selain bernama Kripik Pisang Gandul, dimana kata Gandul identik dengan lokasi wisata Watu Gandul yang ada di Desa Sambongrejo, sisipan promosi wisata yang lain juga terpajang di labelnya.

'Gubug Rondomori', demikian kalimat lain yang tertera. Rondomori sendiri merupakan tokoh legenda yang mewarnai Desa Sambongrejo. Selain itu, terdapat sebuah kawasan cukup eksotis di Desa Sambongrejo yang oleh warga setempat disebut Cojoban Rondomori, sungai, telaga dan air terjun yang masih perawan. (esp)
Share:

Senin, 12 Desember 2016

Khas dari Sambongrejo, Sambel Sambong dan Pelas Sukun

Sambongrejo - Di wilayah Desa Sambongrejo, ada beberapa menu kuliner yang cukup khas dan jarang ditemukan di tempat lain. Yang pertama adalah menu kuliner yang masih berupa hidangan rumahan, kami menyebutnya dengan nama sambel sambong, yang dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa menu ini adalah olahan sambal.

Sambal yang digunakan adalah sambal terasi dan yang membuat cukup khas adalah campuran tambahan di dalamnya. Ikan teri, yakni ikan kecil-kecil yang agak asin, tak harus ikan laut karena Desa Sambongrejo adalah kawasan yang jauh dari laut, bisa dengan menggunakan ikan dari Kali Pacal yang ada di wilayah tersebut.

Rasa dari Sambel Sambong cukup kuat dan menyengat lidah, perpaduan dari rasa manis, sedikit gurih asin dan pedas yang menggigit. Sambel Sambong ini sangat pas disajikan dengan nasi jagung.

Menu kedua adalah, Pelas Sukun. Meskipun ada nama Dukuh Sukun di Desa Sambongrejo, ternyata Pelas Sukun justru lebih banyak dibuat oleh warga dari Dukuh Kenongorejo. Pelas sendiri merupakan sebutan untuk nama makanan berbahan dasar jagung yang dihaluskan, di daerah lain disebut juga dengan dadar jagung, namun Pelas Sukun sama sekali tak menggunakan bahan jagung, melainkan berbahan buah sukun.

Sukun yang dihaluskan kemudian dibentuk bola-bola dan digoreng, itulah Pelas Sukun yang mudah ditemui saat ada pasar dadakan. Rasa sukun yang manis dengan teksturnya yang getas, membuat Pelas Sukun cukup berbeda dengan camilan lain. (sbg/esp)
Share:

Eksposa